4.5.11

Megahnya Seminar Nasional Mangrove Cultivation 2011

Teluk Awur – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 30 April 2011, KeSEMaT sukses menyelenggarakan Seminar Nasional (SEMNAS) Mangrove Cultivation (MC) 2011 : Seminar Nasional, Pelatihan, Penyuluhan, Pembibitan dan Penyulaman Mangrove, yang kali ini bertema Mangrove For Biodiversity (MFB). SEMNAS MC 2011 dibuka secara langsung oleh perwakilan Bupati Kabupaten Jepara, pada pukul 09.30 WIB. MFB dikemas dalam format diskusi panel yang mempertemukan tiga orang Panelis, yaitu dari Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Jakarta, Mangrove For The Future (MFF) Jakarta dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jawa Tengah.

Acara dimulai dengan sambutan-sambutan, dari Sdri. Fera Nur Idawati Sahara (Ketua Panitia MC 2011), Sdr. Fuad Ashari (Presiden KeSEMaT), Bapak Suryono (Kepala Pengelola Marine Station Teluk Awur Jepara) dan Perwakilan Bupati Jepara, sekaligus membuka acara SEMNAS MC 2011. Setelah itu, sembari mempersiapkan sesi SEMNAS MFB, KeSEMaTUSTIK tampil menghibur ratusan peserta SEMNAS MC 2011, dengan membawakan tiga buah lagu, dua diantaranya diambil dari hit single mereka, yaitu Dialah Hijauku dan Mangrove Hidup Kita.

Para peserta SEMNAS MC 2011 adalah para pelajar dan mahasiswa dari seluruh Indonesia dan luar negeri, yaitu dari China dan Philipina. Total keseluruhan Peserta SEMNAS MFB berjumlah kurang lebih 120 orang. Sementara itu, para tamu undangan yang hadir di MC 2011, antara lain adalah perwakilan Bupati Kabupaten Jepara, dinas pemerintahan dan lingkungan terkait di Kabupaten Jepara, dosen Ilmu Kelautan UNDIP, LSM, swasta, Kepala Desa Teluk Awur dan Desa Tanggul Tlare Jepara, dan KeSEMaT Mangrove Volunteer (KeMANGTEER).

SEMNAS MFB dimoderatori oleh Sdr. Cahyadi Adhe Kurniawan (MENPORSI), yang mempertemukan tiga pembicara, yaitu Bapak Dite Suprobo (BLH), Bapak Tomy Hermawan (MFF), dan Bapak Arnold F. Sitompul (KEHATI). Dalam sesi tanya jawab, beberapa pertanyaan yang mengemuka diantaranya adalah fungsi dan manfaat mangrove untuk kesehatan, konsep pemberdayaan masyarakat, keanekaragaman hayati mangrove dan lain-lain. SEMNAS MFB ditutup dengan kesimpulan dan sebuah ajakan untuk menjaga dan melestariakan mangrove untuk masa depan yang lebih baik.