27.5.11

KeSEMaT : Bangkitnya Pejuang Mangrove Muda, Menjadi 50 Besar Proposal Terbaik Eagle Awards 2011!

Semarang – KeSEMaTBLOG. Walaupun masih dalam tahap awal, namun masuknya “Bangkitnya Pejuang Mangrove Muda” (BPMM) sebagai salah satu finalis program bergengsi pembuatan film dokumenter berkualitas Eagle Awards Documentary Competition (EADC) 2011 METRO TV, sempat menghebohkan kantor-kecil kami. Ceritanya, malam itu (26/05) sekitar pukul 23.00 WIB, disaat kami masih mengerjakan proposal program lomba gambar mangrove untuk adik-adik kami di SD, sebuah kabar mengejutkan, kami dengar dari ruang kerja. Salah satu rekan kami yang sedang mengunggah beberapa informasi mangrove di Jaringan KeSEMaTONLINE, memberitahukan bahwa BPMM masuk menjadi salah satu finalis tahap pertama EADC 2011. Sungguh ini, adalah berita yang membanggakan!

Awalnya kami tidak percaya, namun setelah membaca dan mencermatinya beberapa kali, ternyata memang benar, BPMM yang dikirimkan oleh dua orang rekan kami, yaitu Sdr. Tanggguh Gilang P. (MENWEBNET) dan Sdr. Cahyadi Adhe Kurniawan (MENPORSI) (lihat foto di atas), memang benar ada di urutan kedua (sesuai abjad) dalam daftar 50 Proposal Terbaik EADC 2011. Awal ketidakpercayaan kami memang sangat beralasan, karena EADC sendiri memiliki reputasi yang sangat baik dalam menyajikan ajang penciptaan karya film dokumneter bermutu dan berkualitas di Indonesia. Sebutlah nama-nama film dokumenter, seperti Suster Apung, Kepala Sekolahku Pemulung dan Gorila Dari Gang Buntu, ketiganya merupakan hasil karya cipta orisinil dari Anak Bangsa Indonesia yang memiliki kualitas yang baik dengan ide cerita yang mampu menggugah dan menginspirasi kita semua. Untuk itulah, maka masuknya proposal kedua rekan kami yang tentunya masih pemula di ajang ini, pada awalnya agak sedikit membuat kami tidak percaya.

Selanjutnya, rasa syukur kami panjatkan kepada-Nya, karena walaupun masih jauh perjalanan untuk menuju puncak, setidaknya BPMM telah mampu menarik minat Dewan Juri EADC 2011. Dengan demikian, maka akan bisa semakin mengangkat nama mangrove di tingkat yang lebih luas. Setelah berjuang dengan berbagai ide kreatif kami dalam mengkampanyekan mangrove melalui toko, es lilin, lukisan, gambar, wisata, teater, puisi, musik, kartun, buku, film, kaos, boneka dan lain-lain, selama sepuluh tahun terakhir ini, pada akhirnya ada sedikit harapan untuk mengkampanyekan mangrove dengan media film dokumenter di EADC 2011, ini.

Tak berharap terlalu banyak di ajang ini, masuknya mangrove sebagai 50 proposal terbaik, sudah merupakan pencapaian yang besar bagi kami, disaat makin kecilnya luasan mangrove yang ada di bumi Indonesia, ini. Semoga saja, dengan keberadaan BPMM di EADC 2011, walaupun baru di tahap awal, sedikit banyak akan bisa semakin menyadarkan dan memberikan pengertian kepada masyarakat kita, bahwa mangrove merupakan sumber daya-pesisir-penting yang wajib dijaga dan dilestarikan, di negeri mangrove, Indonesia. Amin. Semangat MANGROVER!