9.5.11

Dongeng Mangrove untuk Masa Depan!

Semarang – KeSEMaTBLOG. Kami sangat sadar, bahwa masih belum dikenalnya mangrove oleh sebagian dari kita, adalah karena belum banyaknya publikasi mengenainya yang bergaya pop, melainkan hanya artikel ilmiah dan esai - berat, yang kiranya hanya bisa dijangkau oleh komunitas tertentu, saja. Untuk itulah, dalam satu dasawarsa terakhir ini, kami mencoba sekuat tenaga untuk tidak menyajikan mangrove dengan caranya yang berat dan konvensional, tetapi mendorongnya untuk bisa maju ke depan dengan cara bertutur dan bergaya bahasa sederhana. Terakhir, kami telah melakukannya lewat musik KeSEMaTUSTIK yang universal, dan berhasil.


Selanjutnya, kami akan mencoba mendongengkan mangrove, dengan Boneka Mangrove (BOMANG) kami (lihat foto di atas). Dari kiri ke kanan, ada Babah (lebah), Rhizo (Rhizophora), Bangau (bangau), Kat Kat (katak), Uca (kepiting), Glodok (ikan), Macaca (monyet), Kup Kup (kupu-kupu), Felix (kucing), dan Mr. Pagul (propagul). Semuanya adalah karakter-karakter khas mangrove yang sengaja kami ciptakan untuk mengkampanyekan mangrove kepada semua manusia di bumi, ini. BOMANG kami akan menjadi media universal, untuk menceritakan dongeng mangrove kepada pelajar, mahasiswa, masyarakat dan siapa saja yang berkenan untuk mendengarkan kisah mangrove dan kehidupannya.

Berbicara dengan dongeng, menurut kami akan everlasting. Layaknya musik, dongeng juga tak akan bisa lekang oleh jaman. Setiap generasi manusia, pasti akan mendongengkan cerita-cerita indah kepada buah hatinya. Sekarang, tergantung dari ketersediaan dongeng yang ada. Tak adanya dongeng mangrove, membuat mangrove tak akan pernah diceritakan kepada manusia-manusia di masa depan. Untuk itulah, melalui buku fabel mangrove yang sedang kami susun dan BOMANG yang lucu dan imut ini, kami akan mengenalkan mangrove di generasi kini, dengan harapan generasi masa depan akan mengenyam keindahan ceritanya. Amin. Semangat MANGROVER!