14.5.11

Implementasikan Gerakan Penyulaman Sejuta Mangrove, KeSEMaTER Pelihara Ribuan Bibit Mangrove di MECoK Jepara

Jepara – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 10 Mei 2011, di suatu sore hari yang indah, di MECoK Jepara, para KeSEMaTER membawa puluhan propagul mangrove jenis Rhizophora apiculata dan R. stylosa untuk disulam di sela-sela puluhan mangrove muda yang telah layu dan mati. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap minggunya, untuk menjaga kelulushidupan bibit mangrove agar bisa berjalan secara optimal. Kegiatan ini, adalah juga untuk mengimplementasikan Gerakan Penyulaman Sejuta Mangrove (GPSM), sebuah ajakan kampanye mangrove ke masyarakat luas, agar sadar akan pentingnya pemeliharaan mangrove, setelah program penanaman selesai dilaksanakan.


Sore itu, para KeSEMaTER nampak menikmati pekerjaannya. Mereka melakukan penyulaman mangrove dengan cara membersihkan bibit mangrove dari sampah, menegakkan kembali bibit mangrove yang miring, mengambil gastropoda dan menyingkirkan kepiting yang nampak menyantap propagul, dan beberapa kegiatan lainnya demi menjaga kelangsungan hidup mangrovenya. Banyaknya program tanam mangrove abal-abal, yang kini melanda hampir sebagian besar pesisir kita, telah menyemangati mereka untuk melawannya, dengan cara melakukan program penyulaman mangrove, seperti ini.

“Jangan tanam mangrove terus, ayo pelihara!” dan “Hati-hati, program mangrove abal-abal di sekitar kita!” Itulah kiranya, sebuah kalimat yang hendak diteriakkan oleh mereka kepada kita, untuk mengingatkan betapa banyaknya program tanam mangrove yang telah dilakukan dengan tidak serius, bersifat proyek dan seremonial belaka, yang pada akhirnya “menyakiti” mangrove dan pesisir kita, sendiri. Sejatinya, penyulaman mangrove memang lebih penting daripada hanya sekedar melakukan penanaman seremonial. Menanam mangrove itu gampang, memeliharanya itu, yang sulit. Semoga saja, dengan menengok kegiatan para KeSEMaTER di MECoK ini, maka akan bisa menginspirasi kita semua agar tidak lagi menanam mangrove secara asal-asalan, melainkan serius dilengkapi dengan penyulaman. Mari, kita budayakan malu untuk program tanam mangrove abal-abal! Semangat MANGROVER!