8.3.11

Totalitas Untuk Mangrove!

Semarang – KeSEMaTBLOG. Salah satu Alumni KeSEMaT, yaitu Sdr. Farhan Pramudito, telah mengirimkan artikel yang sangat inspiratif, untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya sebuah kerjasama, sinergitas, totalitas dan loyalitas dalam pengelolaan mangrove. Artikel ini mencoba mengingatkan kembali agar kita lebih bisa menghormati dan menghargai kinerja antar institusi mangrove yang ada di dunia demi masa depan mangrove yang lebih baik. Selamat membaca. Sudah banyak program terkait rehabilitasi pemulihan kembali ekosistem mangrove, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Namun demikian, untuk mendekati kata berhasil dirasa masih terlihat jauh. Bukannya pesimis, namun pada realitanya, keadaan ekosistem mangrove masih sangat memprihatinkan. Hal ini memunculkan sebuah pertanyaan, “Apakah ada yang salah dengan program-program mangrove tersebut?”.

Apabila kita melihat beberapa tahun belakangan, program-program rehabilitasi mangrove yang digagas oleh pemerintah, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, hampir semua memiliki visi dan misi yang sama, yaitu ingin memulihkan fungsi serta manfaat ekosistem mangrove dengan segala bentuknya. Sadar akan manfaatnya yang belum tergantikan, semua program tersebut seakan berlomba-lomba untuk menjadi program unggulan, terkait dengan rehabilitasi ekosistem mangrove. Bahkan (maaf), sering terjadi tumpang tindih antar program, saling meng-klaim dan menuduh, sehingga menjadikan program-program tersebut menjadi tidak efisien dan tidak “mengena” pada substansinya, yaitu rehabilitasi.

Selanjutnya, di sisi lain, LSM sebagai gerakan sukarela yang peduli akan lingkungan di sekitarnya, juga memiliki program-program rehabilitasi mangrovenya. Sangat beruntung, negara kita memiliki banyak LSM yang fokus pada ekosistem mangrove, dimana program-program yang dijalankan merupakan bentuk dari kesadaran akan manfaat dan pentingnya ekosistem mangrove secara holistik. Pada konsepsinya, tidak ada yang salah pada program-program tersebut, namun totalitas dan loyalitas pada proses serta keberlanjutan program, dirasa masih harus terus “dipupuk”. Semoga setiap elemen yang berkecimpung dalam mangrove dapat saling bahu membahu, bersinergi, saling “memupuk” totalitas dan bisa lebih saling menghormati lagi, untuk berjuang menyelamatkan mangrove dari kepunahannya di masa mendatang. Semangat MANGOVER!