15.10.18

Gelar Mangrove Cultivation 2018, KeSEMaT Sukses Hadirkan Forum Diskusi Mangrove Nasional

Jepara - KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 31 Agustus - 2 September 2018, KeSEMaT sukses menyelenggarakan program nasional tahunannya, yaitu Mangrove Cultivation (MC) 2018 yang mengangkat tema besar Mangrove For Youth Creativepreneur (MFYC) berupa Forum Diskusi Wirausahawan-Muda Mangrove Nasional, Pelatihan Pembibitan, Penanaman, Penyulaman Mangrove, Field Trip (FT) dan kegiatan lainnya yang diselenggarakan di Semarang dan Jepara.

MC 2018 diikuti oleh 26 peserta terpilih dari berbagai universitas di seluruh Indonesia, diantaranya dari Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Malahayati (UNMAL), Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan lain-lain.

Seluruh peserta telah berkumpul di Balai Pelatihan Koperasi (BALATKOP) dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan pada saat Technical Meeting (TM).

Pelatihan I: Penerapan Bisnis Model Kanvas (BMK)
Kegiatan pada hari pertama berlangsung dari pukul 16.30 WIB yang diawali dengan kegiatan Pelatihan I mengenai BMK yang menghadirkan narasumber Sdr. Alfonsus Sandy Dwi L. (DIPORENTAL).

Pelatihan dimulai dengan pemaparan materi mengenai sembilan elemen dalam BMK dan praktik langsung pengisiannya.

"Narasumber menjelaskan mengenai cara mengerjakan BMK. Pemaparan materi ini dilakukan di ruangan dan peserta masing-masing diberikan sebuah lembar kerja agar lebih mudah untuk memahami materi," jelas Sdri. Anissa A. (Staf MENPORSI), selaku Panitia MC 2018. "Peserta juga sangat antusias dengan materi ini. Materi dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab dan diakhiri foto bersama," terangnya.

Pelatihan II: Pengenalan Ekosistem Mangrove
Kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan II mengenai Pengenalan Ekosistem Mangrove yang menghadirkan pembicara Sdri. Aulia Putri Aji (AMaT).

Pelatihan dimulai dengan pemaparan materi yang membahas mengenai vegetasi dari hutan mangrove, cara identifikasi pohon mangrove, mulai dari akar, batang, daun, bunga dan buah, cara membedakan zonasi tempat hidup mangrove serta jenis spesies mangrove yang dapat hidup di lahan yang selalu tergenang oleh pasang surut dan yang tidak tergenang sama sekali.

Pada saat materi disampaikan, peserta sangat antusias bahkan saat sesi pertanyaan dibuka, banyak sekali peserta yang bertanya. Rangkaian kegiatan pada hari pertama MC 2018 ditutup dengan foto bersama dan briefing untuk kegiatan pada hari kedua.

Pelatihan III: Ekowisata Mangrove
Sejak pukul 07.30 WIB, pada hari kedua MC 2018 (1/9/18), panitia bersama dengan peserta mempersiapkan diri berkumpul di ruang kelas Dahlia BALATKOP untuk mengikuti Pelatihan III yang membahas mengenai ekowisata mangrove, kelebihan dan kekurangannya serta bagaimana cara merintis usahanya yang disampaikan oleh Sdr. Mahbub Murtiyoso, S.Si (IKAMaT).

Setelah materi disampaikan, peserta antusias menanyakan berbagai macam pertanyaan. Pemateri menyebutkan bahwa selain berfungsi untuk menahan pantai dari abrasi, menahan terjangan gelombang dan sebagai sediment trap, mangrove juga dapat dimanfaatkan sebagai ekowisata mangrove.

“Kegiatan ini, selain untuk mengenalkan ekowisata mangrove kepada peserta, juga untuk mengajak peserta agar lebih peduli tentang mangrove dan mau untuk menanam mangrove serta merawatnya,” ujar Sdri. Bellatris Santri (MENKOMSI), selaku Ketua Panitia MC 2018.

Pelatihan IV: Berwirausaha Melalui Jurnalisme
Kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan IV yang membahas topik Berwirausaha melalui Jurnalisme. Materi yang menarik ini disampaikan oleh Bpk. Ganis Riyan Efendi, S. Kel. (MANGROVEMAGZ).

Materi yang disampaikan berupa teknik jurnalisme, tata cara penulisan dalam jurnalistik dan sejarah MANGROVEMAGZ serta salah satu konten unggulan dari MANGROVEMAGZ, yaitu MIL The Series (MILTS).

“Wirausaha dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk seorang Mangrover. Dalam video MILTS, ceritanya mengikuti perkembangan anak muda zaman sekarang, tetapi di dalam skenarionya masih tetap dicantumkan kata-kata mangrove," terang Bpk. Ganis. "MILTS juga bertujuan untuk kampanye mangrove. Pada tahun ini, MILTS sudah memasuki Season 4 yang talent-nya bekerja sama dengan Duta Mangrove KeSEMaT Putra (DUMATRA) dan Duta Mangrove KeSEMaT Putri (DUMATRI) serta didukung oleh para KeSEMaTER dan talent lainnya,” tambahnya.

Peserta sangat antusias dalam pelatihan ini, acara diakhiri dengan pemutaran video MILTS dari Season 1 sampai dengan 4.

Pelatihan V: Berwirausaha dengan Mangrove
Pelatihan V mengenai Berwirausaha dengan Mangrove diberikan oleh Ibu Mufida, selaku Ketua Kelompok Bina Citra Karya Wanita, Semarang. Dalam pemaparan materi, Ibu Mufida menjelaskan mengenai berbagai macam produk hasil olahan dari mangrove dan nilai ekonomisnya serta cara pembuatan makanan dan batik mangrove. Selain itu, beliau juga menjelaskan awal mula berdirinya kelompok Bina Citra Karya Wanita sebagai warga binaan KeSEMaT.

Peserta MC 2018 yang mengikuti pelatihan sangat antusias dan bersemangat, hal ini terlihat saat banyak peserta yang aktif bertanya saat diskusi dimulai. Salah satu pertanyaan yang diajukan, yaitu bagaimana proses dalam pembuatan makanan dan minuman serta batik dari mangrove.

“Pelatihan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan kepada para peserta MC 2018 bahwa sebenarnya mangrove bukan saja memiliki nilai ekologis, namun juga memiliki ekonomis yang sangat tinggi apabila dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan baik. Ini terbukti dengan lahirnya warga binaan kami yang mampu menghasilkan berbagai macam olahan dari mangrove,” jelas Sdri. Hanik Rahmawati (SA MENWIRA).

Forum Diskusi Nasional (FDN)
FDN bertema MFYC diadakan di BALATKOP yang dibuka langsung oleh MENKOMSI. Tak hanya peserta MC 2018, para tamu undangan dari instansi pemerintahan dan swasta juga ikut memeriahkan acara ini.

FDN dimoderatori oleh Sdri. Eva Widayanti (SA MENSEK) dan menghadirkan empat narasumber yang berpengalaman dibidangnya, yaitu Bpk. Aris Suprapto (Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi, Jawa Tengah), Bpk. Mashadi (Tokoh Lingkungan Hidup dan Peraih Kalpataru Kategori Pengabdi Lingkungan), Sdri. Nathasi Fajrin (KeMANGTEER Jakarta) dan Bpk. Didik Arwinsyah (Praktisi Bisnis Online).

“Rasa syukur dan Alhamdulillah. FDN kali ini berlangsung dengan baik dan lancar. Antusiasme dari para peserta MC 2018 dan tamu undangan juga sangat tinggi. Harapannya, setelah FDN kali ini, maka peserta akan dapat mengimplementasikan materi yang diberikan” ungkap Sdri. Bella.

FDN ditutup dengan foto dan makan siang bersama yang diiringi dengan penampilan solois, yaitu Sdri. Sagita Ghaida T.

Pelatihan VI: Pengenalan Ekonomi Kreatif Berbasis Lingkungan
Acara dilanjutkan kembali pada pukul 15.50 WIB dengan Pelatihan VI yang menghadirkan Sdr. Miftachur Robani (Lindungi Hutan) yang berbagi ilmu mengenai Ekonomi Kreatif Berbasis Lingkungan kepada para peserta.

Pelatihan ini berlangsung kondusif, dimana peserta mengaku mendapatkan banyak ilmu, diantaranya mereka baru mengetahui bahwa ternyata lingkungan juga dapat dikembangkan ke ranah ekonomi, yang berasal dari ide-ide kreatif yang dapat terlintas kapan saja di benak kita.

“Ekonomi kreatif adalah sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan infromasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama,” jelas Sdr. Miftachur. “Ide itu murah. Kita selalu dapat memulai suatu bisnis dengan hal yang mudah terlebih dahulu, seperti membangun tim, melakukan kolaborasi, intinya memanfaatkan segala peluang yang ada,” tambahnya.

Para peserta pelatihan MC 2018 nampak antusias menyimak penjelasan pemateri mengenai teori ekonomi kreatif berbasis lingkungan, seperti ide untuk mendirikan Lindungi Hutan. Para peserta yang berasal dari berbagai universitas di Indonesia menyampaikan rasa senangnya karena mendapatkan pengetahuan baru yang sangat penting dalam mengelola ekosistem mangrove, khususnya dalam bidang ekonomi kreatif. Bahkan tak sedikit dari para peserta yang sudah memiliki ide kreatif mereka untuk mengelola bisnis yang berbasis mangrove.

Sharing Session
SS bersama Bpk. Aris Priyono, S.Kel (DK), yang akrab dipanggil dengan Bapak Mangrover Indonesia dan juga sebagai founder KeSEMaT ini, berlangsung sangat seru. Acara diawali dengan sedikit cerita mengenai bagaimana terbentuknya KeSEMaT, hingga fakta KeSEMaT mendapatkan penghargaan internasional di tingkat ASEAN.

Peserta sangat antusias mendengarkan dan penasaran mengenai KeSEMaT. Mereka bahkan beberapa kali menyela untuk menanyakan lebih lanjut mengenai topik yang ingin diketahuinya.

“KeSEMaT selalu menjaga nilai-nilai yang baik di organisasinya,” terang Bpk. Aris. "Banyak yang bertanya bagaimana cara KeSEMaT bisa go international. Tips-nya adalah kami tak banyak bicara mengenai organisasi kami, melainkan diam-diam memperbanyak karya dan afiliasi kami," terangnya.

SS yang dimoderatori oleh Sdri. Clara Azalia Belinda (Staf MENKEU) ini tidak hanya berbagi cerita saja, melainkan juga membahas mengenai rencana bisnis berbasis mangrove yang sudah dibuat oleh peserta berdasarkan hasil dari pelatihan-pelatihan MC sebelumnya mengenai wirausaha.

Tidak cukup sampai disitu, peserta juga diberikan arahan oleh DK agar dapat mengoptimalkan bisnis wirausaha mangrove mereka sehingga lebih kreatif.

"Seperti biasa, selalu ada yang kurang pas bila tidak membicarakan mengenai jajanan, batik dan suvenir mangrove KeSEMaT. DK juga kembali mengenalkan ketiganya yang menjadi salah satu pemasukan KeSEMaT dalam memutar roda organisasinya," jelas Sdri. Clara.

SS berjalan serius tapi santai dengan sedikit canda tawa di beberapa diskusinya. Hal ini membuat peserta dan panitia terlihat melebur bersama dalam kehangatan. SS yang berjalan selama hampir dua jam ini, ditutup dengan games dan foto bersama.

“Seru dan sangat seru! Saya jadi lebih termotivasi karena di daerah saya juga banyak sekali terdapat mangrove dengan luas lahan yang cukup membuat pegal kaki jika dilakukan pengukuran,” jelas salah satu peserta. "Saya juga tertarik meneruskan sepak terjang Bpk. Aris dalam mengembangkan KeSEMaT dan afiliasinya hingga menjadi organisasi yang luar biasa seperti ini, juga ingin menerapkan ilmu yang saya dapat dalam berwirausaha dengan mangrove di daerah saya," tuturnya.

Pelatihan VII: Praktik Penanaman Mangrove
Hari ketiga rangkaian MC 2018 adalah kegiatan penanaman yang berlokasi di Mangrove Education Center of KeSEMaT (MECoK) dan FT ke Pulau Panjang, Jepara. Peserta melakukan perjalanan dari Semarang pada pukul 07.00 WIB dan sampai di Jepara pada pukul 09.45 WIB.

Sampai di Jepara, peserta langsung diarahkan ke MECoK dan menuju lokasi penanaman yang telah ditentukan dengan jumlah bibit yang ditanam sebanyak 1.000 bibit mangrove dari jenis Rhizophora mucronata. Sdr. Anggi Setiabudi (KeAMaT) selaku Trainer Pembibitan, Penanaman dan Penyulaman Mangrove sudah siap dan menunggu para peserta.

“Penanaman di MECoK Jepara ini sangat seru dan asyik. Kami para peserta mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman tentang mangrove dan cara penanamannya,” ungkap salah seorang peserta.

Sebelum melanjutkan acara selanjutnya, peserta dan panitia melakukan penutupan seluruh rangkaian acara MC 2018 yang bertempat di Aula Gedung Asrama D, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UNDIP, Teluk Awur, Jepara.

Acara penutupan diawali dengan Pemutaran Video Rangkaian Kegiatan MC 2018 yang telah dilaksanakan. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Kesan dan Pesan oleh Para Peserta. Acara penutupan diakhiri dengan Sambutan dari Ketua Pelaksana dan Penyerahan Sertifikat kepada seluruh peserta.

“MC 2018 itu keren abis. Pembicara yang datang juga keren-keren. Sekarang, kami bahkan tak sabar buat field trip ke Pulau Panjang,“ kata salah seorang peserta.

FT ke Pulau Panjang
Sekitar pukul 14.00 WIB, rombongan peserta dan panitia MC 2018 melakukan perjalanan menuju ke pelabuhan di dermaga Lembaga Pengembangan Wilayah Pantai (LPWP) UNDIP, Jepara. Perjalanan menuju ke Pulau Panjang memakan waktu sekitar 25 menit, dengan menggunakan kapal kecil. Setelah sampai di Pulau Panjang, FT dimulai dengan foto bersama di Gerbang Pulau Panjang. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan berkeliling Pulau Panjang dan games.

“Sebuah pulau kecil yang indah, tenang, dan menawan. Sayang waktu di Pulau Panjang tidak lama. Padahal sudah betah berlama-lama di sini,” ujar seorang peserta.

Setelah puas berkeliling dan menikmati keindahan Pulau Panjang, peserta dan panitia MC 2018 melanjutkan perjalanan kembali menuju dermaga LPWP UNDIP, Jepara, kemudian melakukan perjalanan menuju BALATKOP, Semarang.

Rangkaian kegiatan hari ketiga MC 2018 diakhiri dengan pelepasan peserta oleh koordinator lapangan hari ketiga dan doa bersama.

Alhamdulillah, sudah sampailah kita pada penghujung acara MC 2018 ini. Terima kasih kepada para peserta yang sudah sangat antusias dan panitia atas kerja samanya," kata Sdri. Bella menutup MC 2018. "Sampai jumpa di MC tahun depan. Semangat MANGROVER!” pungkasnya. (ADM).

No comments:

Post a Comment