24.10.10

Dua Buku Mangrove KeSEMaT, Menjadi The Raising Star, Layaknya Gamaliel dan Audrey Tapiheru!

Semarang – KeSEMaTBLOG. Dua Buku Mangrove KeSEMaT, Menjadi The Raising Star Layaknya Gamaliel dan Audrey Tapiheru! Memang benar, saat ini, dua buah buku mangrove kami itu, memang bagaikan The Raising Star, layaknya Gamaliel dan Audrey Tapiheru (GAT), pasangan kakak beradik yang saat ini paling banyak dicari dan diperbincangkan di dunia maya, terutama di Youtube, Myspace, Facebook dan Twitter (lihat foto GAT, courtesy of Youtube, di samping), sehubungan dengan bakat mereka yang luar biasa dalam mengasah vokal dan mengaransemen ulang lagu-lagu populer berbahasa Inggris, dengan gaya mereka sendiri, sehingga dianggap mampu “menciptakan genre” baru di dunia musik Indonesia, yang saat ini hanya didominasi oleh musik-musik Melayu-cengeng, yang terkadang terkesan mulai membosankan.

Kedua kakak beradik asal Jakarta ini, yang terkadang juga ditemani temannya, yaitu Cantika, dianggap berhasil dalam menawarkan “warna baru” di dunia musik Indonesia, melalui aransemen beat-beat cepat, dengan teknik vokal mereka yang sangat mengagumkan! Banyak pihak memprediksi, bahwa GAT, tinggal menunggu waktu saja, untuk menjadi seorang artis musik besar nan terkenal, mengingat talenta mereka yang memang sungguh menakjubkannya!

Di Youtube, tak kurang dari dua juta orang dari seluruh dunia, sudah menyaksikan dan mengungguh video aksi adik-kakak ini, dengan komentar yang bejibun, sampai ribuan buah, yang intinya memuji penampilan mereka. Tak hanya di Youtube, di Twitter, beberapa kali GAT juga menjadi trending topic! Banyak pihak yang menganggap bahwa teknik vokal dan aransemen ulang yang diciptakan GAT mampu menyaingi bahkan melebihi versi dari penyanyi aslinya! Kabar terakhir, GAT yang saat merekam “aksi panggungnya” masih duduk di bangku SMA ini, telah mulai tampil di televisi-televisi nasional dan telah pula memiliki satu hits single, berjudul Putus Saja. Sungguh, prestasi ini, tentu saja membuat Indonesia bangga, karena melalui dua remaja ini, nama Indonesia kembali harum dan mendunia dengan musiknya yang mampu menginspirasi banyak orang.

Nasib dua buku mangrove kami, kiranya juga sama dengan apa yang tengah ditorehkan oleh GAT, buku-buku mangrove kami, yaitu “Panduan Praktis Teknik Rehabilitasi Mangrove di Kawasan Pesisir Indonesia” dan “Beragam Produk Olahan Berbahan Dasar Mangrove”, hasil kerjasama dengan tiga mitra kerjanya, yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta, Mangrove For the Future (MFF) Thailand dan International Union for Conservation of Nature (IUCN) Swiss. Kedua buah buku mangrove KeSEMaT ini, ditulis oleh Bapak Aris Priyono (DK) yang berkolaborasi dengan para mitra kerja KeSEMaT lainnya, antara lain Ibu Lulut Sri Yuliani (perajin Batik Mangrove Surabaya), Bapak Mohson (ketua kelompok tani mangrove Wonorejo, Surabaya), Ibu Diah Ilminingtyas (dosen Teknologi Pertanian Universitas Tujuh Belas Agustus Semarang), dan Bapak Tengku L. Hakim (Mangrove Action Project Indonesia – Yogyakarta).

Permintaan akan kedua buku mangrove KeSEMaT ini, makin hari makin meningkat drastis, seiring dengan telah diselesaikannya road show mangrove KeSEMaT ke beberapa daerah pesisir di pesisir Utara Jawa, beberapa waktu lalu. Bersama dengan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Jawa Tengah, dalam perjalanannya memonitoring dan mengevaluasi kondisi mangrove itu, KeSEMaT telah membagi secara gratis, kurang lebih seratus eksemplar buku mangrovenya kepada akademisi, kelompok tani, kepala dinas, wakil gubernur, peneliti, mahasiswa dan lain sebagainya (lihat foto di atas). Seperti GAT, memang di komunitas mangrove, kedua buku mangrove KeSEMaT ini, sekarang sedang menjadi perbincangan hangat, mengingat kedua buku ini mampu menginformasikan dua pilar pengetahuan dasar mangrove, yaitu ekologi dan ekonomi. Untuk itulah, setelah buku mangrove ini secara resmi diterbitkan dan dilaunching, sampai dengan artikel ini ditulis, sudah ratusan orang dari berbagai institusi di seluruh Indonesia, yang berminat memilikinya. Melihat fakta ini, tentu saja ini adalah sebuah berita gembira bagi pengembangan pengelolaan ekosistem mangrove di Indonesia, karena ternyata kedua buku mangrove ciptaan KeSEMaT ini, telah mampu mengispirasi banyak orang untuk mulai mau mempelajari mangrove dan mengelolanya dengan baik, seperti yang juga telah dilakukan oleh GAT di dunia musik Indonesia, di atas. Semangat MANGROVER!