10.10.10

Ini Dia, Hasil Wawancara KeSEMaT dengan Pemenang KeSEMaTCOMPETITION 2010!

Semarang – KeSEMaTBLOG. Seperti telah diketahui bersama, bahwa perhelatan akbar program kampanye mangrove KeSEMaT, yang kemudian diimplementasikan kedalam program KeSEMaTCOMPETITION (KC) 2010 : Lomba Penulisan Cerpen, Fotografi dan Desain Kaos Mangrove Nasional Tingkat Pelajar, Mahasiswa dan Umum, telah usah. KC 2010, mencatat empat orang kawula muda Indonesia yang memiliki kemampuan mengagumkan didalam mengkampanyekan ekosistem mangrove, sesuai dengan bakat dan minatnya, masing-masing, yang kemudian dinobatkan oleh KeSEMaT, sebagai pemenang KC 2010.

Mereka adalah Sdri. Sri Mulyati (kategori penulisan cerpen mangrove), Sdr. Mochamad Haedy Noer (kategori fotografi mangrove), Sdr. Fitra Aprilindo Sase (kategori fotografi mangrove), dan Sdr. Rochsid Tri Hanggoro Putro (kategori desain kaos mangrove), yang masing-masing berasal dari Pasuruan, Surakarta dan Semarang (lihat foto di samping).

Salah satu pemenang KC 2010, yaitu Sdr. Mochamad Haedy Noer yang menjadi pemenang pertama di kategori fotografi mangrove, adalah seorang mahasiswa Institut Seni Indonesia, Surakarta, dengan judul fotografinya, yaitu HOPE!. Karyanya ini langsung memikat hati Dewan Juri KC 2010, karena membidik secara tepat dan cermat, sebuah bibit mangrove yang sedang tumbuh tapi tertimbun pasir, di Karimunjawa, dengan resolusi yang baik dan teknik artistik yang sangat menarik. Berikut ini adalah hasil wawancara KeSEMaT (K) dengan Haedy (H), yang semoga saja bisa menginspirasi kita semua, untuk selalu berupaya sekuat tenaga didalam menyelamatkan ekosistem mangrove, kita.

K : Apakah aktivitas yang sering Anda kerjakan sehari-hari, saat ini?
H : Sedang berusaha untuk menyelesaikan kuliah saya yang sudah lama tertunda.

K : Darimanakah Anda mengetahui tentang pengumuman KC 2010?
H : Kebetulan teman dekat saya sedang mengerjakan skripsi yang berhubungan dengan mangrove, saya diberi tahu kalau ada lomba fotografi di KeSEMaT.

K : Mengapa Anda tertarik mengikuti KC 2010?
H : Kebetulan pada saat ada KC 2010 saya sedang liburan di Karimunjawa, saat itulah saya mengambil foto mangrove khusus untuk KC 2010.

K : Bagaimanakah dukungan teman dan atau lingkungan Anda terhadap Anda, pada saat Anda berniat untuk mengikuti KC 2010?
H : Terutama temen dekat saya, sangat mendukung karena menurutnya bertambah satu orang di dunia ini yang peduli mangrove.

K : Hal apakah yang Anda rasa paling sulit dikerjakan dalam pembuatan hasil karya mangrove Anda?
H : Cuaca yang sangat panas di Karimunjawa.

K : Pengalaman menarik (lucu, senang dan sedih) apa yang Anda alami, pada saat penyusunan karya mangrove Anda?
H : Kebetulan pada saat pengambilan gambar mangrove kemarin, saya kali kedua hunting foto di Karimunjawa. Nah, karya yang saya susun di KC2010, malah hasil dari kunjungan saya yang pertama. Jadi, yang kemarin malah tidak ada yang disusun untuk KC 2010, meskipun sebenarnya hunting terakhir dipersiapkan khusus untuk KC 2010.

K : Bagaimanakah perasaan Anda ketika diumumkan sebagai pemenang KC 2010, dan berhasil menyisihkan puluhan peserta dari seluruh Indonesia?
H : Saya tidak menduga kalau saya yang akhirnya menjadi pemenang dalam KC2010, karena saya sama sekali tidak mengetahui tentang mangrove.

K : Menurut Anda, hal apakah yang membuat Anda berhasil memenangkan kompetisi KC 2010?
H : Ketepatan pemilihan gambar dan judul dalam tema “Mangrove dan Kehidupanku”.

K : Apakah pesan-pesan Anda kepada rekan-rekan Anda yang belum memenangkan KC 2010?
H : Supaya lebih jeli dalam pemilihan tema dan gambar, tetap semangat dan berkarya terus.

K : Setelah memenangkan KC 2010, apakah rasa cinta kepada mangrove Anda semakin
meningkat?
H : Pastinya! Setelah memenangkan KC2010 ini saya jadi lebih mengetahui berbagai hal tentang mangrove.

K : Dan, bagaimanakah cara Anda untuk mengkampanyekan mangrove di lingkungan Anda masing-masing? Jelaskan.
H : Saya mempunyai ide untuk membuat film dokumenter tentang mangrove. Di dalam film itu, akan menceritakan dampak yang ditumbulkan jika terjadi perusakan ekositem mangrove. Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui manfaat dan pentingnya mangrove bagi kehidupan mereka.