18.10.10

Hutan Mangrove Pasar Banggi, Rumah Kedua Kami!

Rembang – KeSEMaTBLOG. Sudah kesekian kalinya, kami menyambangi rumah kedua kami, yaitu kawasan hutan mangrove Desa Pasar Banggi Rembang. Di kawasan ini, Bapak kami, yang mendapatkan sebutan Profesor Mangrove dari Rembang, yaitu Bapak Suyadi, dengan sangat baiknya telah merawat dan mengelola kawasan mangrovenya menjadi sangat lebat, penuh dengan keanekaragaman flora dan fauna sehingga mampu menghidupi warga pesisir Rembang. Mulai dari tahun 1964 sampai dengan sekarang, Bapak kami telah bekerja keras, ditengah cacian dan cibiran, untuk menyediakan tempat bagi anak-cucunya agar mampu bertahan ditengah terjangan gelombang dahsyat dan hantaman abrasi pantai yang mengancam pemukiman dan tambak-tambak garam dan ikan, di sana.

Dan, pada akhirnya, lihatlah foto di samping ini, inilah hasil kerja keras Bapak kami, yang pada akhirnya, sangat bermanfaat bagi kami, para anak dan cucunya, yang saat ini telah bisa menikmati hasil jerih payah beliau.

Foto ini, kami abadikan sesaat setelah kami melakukan program penelitian mangrove kami, dengan cara mempraktekkan metode analisa vegetasi struktur komunitas mangrove. Berkat hutan mangrove “ciptaan” Bapak kami, pada akhirnya kami bisa belajar banyak tentang mangrove berikut seluk-beluk pengelolaannya. 


Hutan mangrove Pasar Banggi, memang telah menjadi rumah kedua bagi kami, setelah Kantor kami di Semarang. Setiap kali kami ingin praktek langsung mengenai teori-teori mangrove yang kami dapatkan di bangku kuliah dan atau yang kami gali dari berbagai sumber pustaka lainnya, kami langsung terjun ke Pasar Banggi, untuk sekedar mencocokkan keabsahan teori-teori mangrove tadi, yang terkadang “banyak bertentangan” dengan kondisi asli di lapangan.

Harapan kami, ke depan, rumah kedua kami ini tetap akan terus lestari, karena menurut Bapak kami, masih saja ada oknum yang ingin merusak dan mencederai hasil perjuangan Bapak kami, sang Calon Penerima KALPATARU ini, yang tentu saja akan membahayakan bagi kelestarian eksosistem mangrove kita di masa mendatang. Semoga saja hal terakhir ini, tidak akan pernah terjadi. Amin. Semangat MANGROVER!