4.10.11

Ayo, Bebaskan Generasi Muda Indonesia Dari Gejala Buta Mangrove!

Semarang – KeSEMaTBLOG. Mengejutkan memang, di tahun 2011 ini, rata-rata rekan kami masih banyak yang belum tahu apa itu mangrove. Pengertian dasar mengenai mangrove juga sangat sedikit mereka kuasai, sehingga di setiap kesempatan, masih saja kami dengar rancunya pemakaian kata mangrove dengan bakau. Mangrove selalu disamaartikan dengan bakau dan begitu pula sebaliknya, padahal keduanya jelas berbeda. Hal ini tentu saja membuat kami sedih. Fakta bahwa beberapa tahun yang lalu Indonesia merupakan negara yang memiliki luas mangrove terbesar di dunia, benar-benar tidak disadari oleh generasi muda Indonesia. Sama sekali mereka tak tahu menahu mengenai mangrove.

Untuk mencoba memberantas gejala buta mangrove di kalangan generasi muda Indonesia, kami selalu memberikan penyuluhan mangrove terlebih dahulu, sebelum kemudian kami meminta kepada rekan-rekan kami untuk mempraktekkan secara langsung ke lapangan. Tiga konsep utama rehabilitasi mangrove, yaitu pembibitan, penanaman dan pemeliharaan mangrove, tak lelahnya kami dengungkan di setiap generasi, agar mereka tak hanya memikirkan penanamananya saja, melainkan wajib melaksanakan dua yang lain.

Lihatlah foto di atas. Foto ini kami ambil disaat kami sedang memberikan penyuluhan pembibitan mangrove kepada para mahasiswa di sebuah pesisir di Semarang. Informasi mengenai mangrove yang tidak pernah diajarkan secara formal di kampus mereka, membuat pengetahuan mangrove hilang sehingga kesadaran untuk menjaga dan melestarikannya sangat kurang. Untuk itulah, 2011 ini, apabila tingkat persentase kerusakan mangrove di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia, maka hal ini tentu saja (sungguh sayang) “dimaklumi”. Semoga saja, kita segera bangkit dari keterpurukan dan melawan kerusakan mangrove yang sudah mencapai 71% di nusantara ini. Semoga. Semangat MANGROVER!