1.10.11

Profil Cahyadi Adhe Kurniawan, KeSEMaTER Finalis Climate Smart Leader

Jakarta - KeSEMaTBLOG. Terpilih menjadi salah satu finalis Climate Smart Leader (CSL) (sebuah program penyelamatan lingkungan yang diantaranya diinisiasi oleh Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Jakarta dan The Earth Charter Initiative Costa Rica) yang mampu menyisihkan puluhan kandidat mahasiswa dari seluruh Indonesia, merupakan sebuah prestasi tersendiri bagi salah seorang KeSEMaTER, yaitu Sdr. Cahyadi Adhe Kurniawan (Cahyadi) yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pengembangan Organisasi (MENPORSI) KeSEMaT.

Mengawali karirnya di KeSEMaT pada tahun 2010 sebagai staf Departemen Komunikasi dan Publikasi (DEPKOMSI), Cahyadi adalah Anggota KeSEMaT berprestasi dan berpengalaman yang aktif dan komunikatif dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan semua pihak tak terkecuali dengan para mitra kerja KeSEMaT yang terdiri dari mahasiswa, warga pesisir, swasta, LSM, dinas dan akademisi dari daerah hingga pusat di Jakarta.

Puluhan program konservasi, pendidikan, penelitian, kampanye dan dokumentasi mangrove KeSEMaT telah diikutinya dengan baik, sebagai panitia dan ketua panitia, seperti Mangrove Restoration, Mangrove Cultivation, Mangrove REpLaNT (MR) dan lain-lain. Khusus untuk CSL sendiri, MENPORSI KeSEMaT ini berhasil bertindak sebagai ketua panitianya, sehubungan dengan terpilihnya proposal proyeknya yang berjudul MR : Penanaman, Pembibitan, Penyulaman Mangrove dan Pelatihan Membuat Pewarna Batik Alami yang Ramah Lingkungan Berbahan Dasar Mangrove sebagai salah satu finalis CSL. Tujuan dari MR CSL ini adalah untuk (1) meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem mangrove, (2) memberikan pengetahuan tentang tata cara pembibitan, penanaman dan perawatan mangrove, (3) menjaga keberlangsungan ekosistem mangrove, (4) memberikan wawasan tentang manfaat pengolahan hasil ekosistem mangrove dan (5) memberikan pelatihan pembuatan pewarna batik alami berbahan dasar mangrove yang ramah lingkungan.

Tak tanggung-tanggung, di proyek mangrovenya ini, Cahyadi yang juga aktif menulis berbagai artikel mangrove dan lingkungan di blog pribadinya ini, berhasil mendatangkan Ibu Lulut dari Surabaya, salah seorang peraih penghargaan lingkungan paling bergengsi di Indonesia, yaitu Kalpataru 2011 dari Presiden Susilo BambangYudoyono, untuk kepedulian beliau dalam menginspirasi dan menghadirkan inovasi batik-mangrove ke masyarakat. Tak hanya itu, untuk mengajak semua pihak baik masyarakat, pelajar, mahasiswa dan berbagai kalangan di pesisir Semarang agar lebih peduli dengan mangrove, maka dia juga mengonsep MR CSL dengan kegiatan penanaman dan pemeliharaan mangrove, mulai bulan September hingga Oktober 2011, yang kemudian pemeliharaan mangrovenya sendiri akan dilanjutkan oleh warga pesisir Tapak dan KeSEMaTER.

Dalam implementasi proyek mangrovenya ini, di akhir September 2011, Cahyadi yang selalu sederhana, rendah hati dan bersikap santai tapi serius ini, berhasil mengajak berbagai elemen masyarakat dan stakeholder mangrove Semarang untuk berkumpul di Tapak Semarang, dan mengikuti pelatihan cara membuat batik mangrove yang disampaikan oleh Ibu Lulut. Selanjutnya, MR CSL akan dilanjutkan lagi di bulan Oktober 2011 dengan melakukan kegiatan penanaman dan pemeliharaan kurang lebih 2000 mangrove jenis Avicennia untuk penghijauan di sekitar pertambakan warga yang juga akan diikuti oleh banyak peserta dan warga pesisir setempat.

“Saya hanya ingin berbuat hal kecil yang bermanfaat. Karena latar belakang saya sebagai seorang MANGROVER, maka saya ingin mencoba turut serta menyelamatkan mangrove Indonesia, syukur-syukur bisa menginspirasi orang lain bahwa hidup tidak hanya diperuntukkan untuk mengurusi diri sendiri saja, melainkan harus bisa bermanfaat bagi orang lain, alam dan lingkungan kita tak terkecuali mangrove. MR CSL yang melibatkan banyak pihak terutama kaum muda dan warga pesisir ini, semoga saja bisa bermanfaat untuk memberikan pengetahuan mangrove kepada mereka sehingga di masa depan, ekosistem mangrove bisa lebih diperlakukan secara lebih adil dan terus lestari sepanjang masa. Amin.”

Demikianlah pernyataan sang MENPORSI KeSEMaT yang sudah seharusnya wajib kita amini, karena memiliki tujuan mulia untuk menjaga mangrove tetap lestari di bumi. Semoga saja, dengan membaca sekilas profil dari salah satu KeSEMaTER ini, maka kita bisa terinspirasi dan juga termotivasi tekad dan perjuangan kita, dalam turut serta menyelamatkan mangrove Indonesia yang di tahun 2011 ini tersisa 29% saja, akan semakin kuat, demi masa depan mangrove dan warga pesisir Indonesia yang lebih baik. Amin. Semangat MANGROVER!