17.6.13

Keren, MANGROVEST dan MANGROVEFIESTA KOMPAS KAMPUS Berhasil Memangrovekan Dua Kampus UNDIP!

Semarang – KeSEMaTBLOG. Di tahun 2013 ini, pada akhirnya cita-cita dan impian kami terwujud. Dua kampus UNDIP, yaitu Kampus UNDIP Tembalang yang berada di Semarang atas dan Kampus UNDIP Pleburan yang berada di Semarang bawah, berhasil kami mangrovekan dengan dua acara keren persembahan KOMPAS KAMPUS dan Tupperware Indonesia, yaitu MANGROVEST di tahun 2012 dan MANGROVEFIESTA di tahun 2013.

Selama kurun waktu dua tahun terakhir ini, tak pernah berhenti kami melakukan beragam terobosan kampanye mangrove di UNDIP untuk menyebarluaskan pengetahuan dan informasi mangrove ke civitas akademika UNDIP, mulai dari D3, S1, S2 dan S3. Konsep pemerataan kampanye mangrove ini, memang kami sengaja, untuk lebih menyebarluaskan informasi mangrove ke semua strata mahasiswa yang ada di UNDIP.

Kampus UNDIP Tembalang, yang didominasi oleh para mahasiswa D3 dan S1, sudah kami mangrovekan melalui MANGROVEST tahun 2012 dan sukses. Maka, di tahun ini, saatnya mahasiswa S2 dan S3 yang “mencicipi” kampanye mangove kami, tentu saja dengan konsep yang berbeda.

Tahun lalu di MANGROVEST, kami sengaja membuat konsep yang ringan, tanpa embel-embel industri mangrove kreatif yang berat. Ini bertujuan, sebagai sebuah gerbang pembuka bagi mahasiswa D3 dan S1 di UNDIP, agar mengetahui terlebih dahulu apakah mangrove itu. Dengan konsep stand fair, workshop dan beberapa aksi kampanye di jalan, maka kemeriahan MANGROVEST berhasil menyedot perhatian para mahasiswa Kampus UNDIP, Tembalang.

Di tahun ini, MANGROVEFIESTA benar-benar merubah 180 derajat konsep MANGROVEST, dimana materi mangrove benar-benar sangat ditonjolkan. Dengan mengusung industri mangrove kreatif yang mulai tumbuh sejak MANGROVEST, maka kami ingin menunjukkan kepada mahasiswa S2 dan S3, juga kepada warga Semarang bawah yang notabene adalah kaum urban, bahwa mangrove bisa bermanfaat dan berfungsi baik di kehidupan mereka sehari-hari.

Batik Bakau, Mas Jamang, GROVENIR, Kendler dan mangrover adalah bentuk-bentuk usaha yang berlatar belakang mangrove, yang tentunya bisa dikembangkan dan diadopsi oleh warga perkotaan, sebagai bentuk wirausaha baru yang sangat menjanjikan.

“Mangrove adalah tumbuhan biasa, layaknya duren, mangga, pepaya dan turunannya yang sering ditemukan dijual di supermarket-supermarket. Mangrove sering ditebang, justru karena manusia sama sekali tidak tahu kalau mangrove memiliki banyak fungsi dan manfaat, termasuk buahnya yang bergizi tinggi dan bisa dikonsumsi. Untuk itu, mari budidayakan tumbuhan mangrove, jangan ditebang lagi, agar bisa lestari layaknya tumbuhan lainnya yang sudah diketahui manfaat dan kegunaannya,” demikian jelas Amrullah Rosadi, Presiden KeSEMaT, yang ditemui di sela-sela kesibukannya di MANGROVEFIESTA.

Memang, selama dua hari pelaksanaan MANGROVEFIESTA, terlihat banyak warga Semarang bawah yang hadir berkunjung, termasuk para pecinta batik mangrove dan jajanan mangrove yang sudah mulai membudidayakan mangrove sebagai bahan baku Batik Bakau dan Mas Jamang. Tak hanya itu, beberapa dinas dan instansi juga menyempatkan hadir untuk melakukan perbincangan dengan kami, seputar pengembangan industri mangrove kreatif di Semarang.

Keren, memang MANGROVEST dan MANGROVEFIESTA KOMPAS KAMPUS tak hanya berhasil memangrovekan dua Kampus UNDIP, tapi juga Semarang. Terima kasih KOMPAS KAMPUS dan Tupperware atas segala dukungan dan fasilitas yang diberikan, sehingga terbuka ruang yang lebar bagi kami, untuk bisa menyebarluaskan informasi mangrove ke semua level masyarakat di Indonesia. Semangat MANGROVER!