3.6.13

Kondisi Terbaru Mangrove di Pemalang dan Pekalongan

Pekalongan – KeSEMaTBLOG. Pada tanggal 28 Mei 2013, Sdr. Amrullah Rosadi (Presiden) dan Dr. Rudhi Pribadi (Pembimbing) telah melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) terhadap kondisi ekosistem mangrove di daerah Pantura Jawa Tengah (Jateng), tepatnya di wilayah pesisir Pemalang dan Pekalongan. MONEV mangrove ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Jateng. KeSEMaTER berangkat bersama rombongan yang dipimpin oleh Bapak Imam Sulistiyono selaku perwakilan dari Biro Bina Produksi Sekretariat Daerah Jawa Tengah, Ibu Tuty dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah dan Ibu Wulan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan diawali dengan diskusi bersama Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Pekalongan. Rombongan membahas mengenai kondisi ekosistem mangrove, diantaranya mengenai pengelolaan dan kendala yang dihadapi dalam usaha merehabilitasi mangrove di Kabupaten Pekalongan. Diskusi juga membahas mengenai penguatan kelembagaan KKMD di kabupaten dan kota, yang saat ini menjadi pilar utama dalam pengembangan usaha rehabilitasi mangrove di tiap-tiap wilayah pesisir.

Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan diskusi bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Pemalang dan Dinas Kehutanan Pemalang yang diteruskan dengan monitoring langsung ke lapangan. Kegiatan MONEV lapangan dilakukan di Desa Mojo, Pemalang dan dilaksanakan bersama kelompok masyarakat Pelita Bahari. Untuk mencapai kawasan mangrove di Desa Mojo, rombongan menaiki perahu selama kurang lebih 30 menit. Kawasan mangrove di Desa Mojo cukup bagus, terbukti sudah terpasang tracking mangrove sepanjang kurang lebih 100 meter.

Kawasan mangrove di Desa Mojo ternyata disiapkan sebagai Kawasan Wisata Mangrove di Pemalang. Namun, masih ada beberapa titik di kawasan tersebut yang membutuhkan usaha rehabilitasi mangrove yang lebih keras, karena kondisinya yang cukup parah dan sistem wanamina yang kurang berjalan dengan baik. Bahkan, masih banyak masyarakat yang menggunakan daun mangrove sebagai pakan ternak tanpa pembudidayaan lebih lanjut.

Beberapa temuan dan masukan warga pesisir di lapangan, oleh Tim KKMD Jateng, akan dibawa ke kantor untuk ditindklanjuti lebih lanjut. Diharapkan, dengan MONEV rutin seperti ini, setidaknya akan dapat membantu warga di pesisir Pantura dalam mengoptimalkan program-program rehabilitasi mangrove di Pantura, Jawa. Amin. Semangat MANGROVER!